esensi menjaga hati, termanifestasi dalam niat, perilaku & ucapan..

ya Malik, ya Alim, ya Fatah,

demi masa, yang menorehkan detakan dalam ambang garis,

dekatkanlah dengan mereka yang selalu mengingatMu..

aku mau ke sykirtilia

itu dimana, ka?

dekat dengan bumi tapi lebih jauh dari mars

ada apa di sana?

apel-apel yang manis

aku ikut ya? =)

nanti aku tanyakan dulu ya

kalau ga boleh aku titip oleh2 aja ya

boleh:)

horee =)

eh,boleh titip oleh2 maksudnya

Yaaah,,,,ika..ya udah deh..tapi dikasih tahu kenapa ga boleh =(

kamu belum punya paspor

Wah perlu paspor ya, kalo bikin, abis waktu berapa lama, ka?

__________

ka?

___________

ka?

zzzzzzzzzzzzzzz *tidur*

***

jangan begitu lagi ya, nanti aku pindah

kalau memang itu membuatmu lebih baik, selamat berhijrah ya

eh? aku mau hijrah kemana?

kamu mau kemana?

ke negeri sykirtilia aja. kan di sana banyak apel-apel manis. kemarin aku sempat di minta menginap tapi aku bingung

hati-hati lho, ka. bisa jadi itu jin. apalagi jika menawarkan makanan

di sykirtilia ga ada jin

aku ga ngerti

aku lebih ga ngerti lagi (-____-”)

Read the rest of this entry »

“2 tahun semenjak pameran seni itu”"

“Iya”, jawabku singkat sembari membayangkan acara seni dimana, aku, dia, dan seorang teman berhasil menculik penjaga galeri pameran tersebut. seorang gadis imut-lucu-ramai

Sebenarnya [mungkin], aku masih memilih-milih ekspresi apa yang harus kutampakkan dalam situasi ini.

dan akhirnya aku memilih untuk lebih banyak diam dan mendengarkannya.

“Aku menjadi perokok berat dan sempat mencoba minuman”

Aku menjawabnya dengan ekspresi tanpa kata. Bukan menanggapi kalimatnya namun justru meyakini bahwa orang dihadapanku memang benar dia. cara ia bercerita. Sama.

“Aku berhenti total semenjak hari itu, karenanya

Lagi-lagi, setiap orang boleh memilih seseorang untuk dijadikan sebuah alasan, termasuk dia. dalam hal ini aku cukup paham, karena aku pernah melihatnya – sinergi emosi mereka. sembilan tahun yang lalu.

“Aku juga pernah meninggalkan sholat”, ia kembali mengeluarkan kata-kata.

Aku mendengarnya, melihat matanya, kemudian mengalihkan pandangan pada sebuah kursi kayu yang lapuk karena cuaca di seberang meja kami.

Untuk setiap urusan yang mengandung kepercayaan, aku tidak ingin berkomentar banyak. ini adalah hal yang sangat privasi, antara kau dan Tuhanmu.

—————————————————————————————————————————

ketika tiba-tiba bertemu dengan seseorang, hal  yang sangat aku yakini adalah adanya tujuan dibalik itu semua.

duduk dihadapannya, aku justru mulai  menerka-nerka keberadaannya, lebih tepatnya kemunculannya akhir-akhir ini [apa yang sedang ia lakukan. untuk apa. mengapa. ada apa?]

namun , kita tidak harus selalu tahu akan apa yang sedang dicari orang lain, cukup ikut berada dalam alurnya

setidaknya kali ini aku mengetahui bahwa anak remaja yang selalu memperlihatkan urat-uratnya dalam setiap perdebatan, manja, dan egois itu akhirnya pun kalah oleh waktu, dan

menjadi dewasa

—————————————————————————————————————————

“Apakah kamu bahagia?“, suaranya memecah kesibukkanku mengamati daun-daun di pepohonan  yang basah.

bahagia? otakku cepat mengenalinya-kata ini.  tentu saja, karena kata ini disinggung dalam tumpukan literatur yang berserakan di sudut-sudut tempat tidurku.  tujuan dari kehidupan manusia- begitu yang tertulis di sana.

kuambil gelas di depanku, menggerak-gerakkannya, dan mulai memberikannya jawaban “Aku  mengalami saat-saat mengerikan dan tawar dalam hidup,  bukan berarti aku tidak bahagia, sebaliknya ketika aku merasakan kebahagiaan, bukan berarti aku tidak memiliki  ketakutan dan masalah.

bagiku bahagia itu bukan sebuah kesimpulan akan hidup, melainkan   proses itu sendiri”.

 dan aku  senang, kamu pulang, tambahku

terimakasih kembali, selamat bernostalgia, temanku

salam, ika

buka-buka folder di lepi, ambil secara acak,  klik-klik ngacak

tralalalaaaaa, kamu yang terpilih, selamat :D

burger lezato :)

berlokasi di dekat selokan mataram,

seberang fakultas kehutanan , UGM

Harusnya saya mengendarai sepeda motor, dan memang akan seperti itu

Namun sore itu kaki saya ingin menunaikan tanggung jawabnya lebih dari tarikan tangan

Yah tidak ada salahnya berjalan untuk sekian ratus meter,

Dan saya melewatinya,

Harusnya saya melewatinya begitu saya (seperti yang memang harusnya dilakukan)

saya menoleh cukup lama

Harusnya saya membiarkan longokan mereka yang sebenarnya cukup terlihat dari kaca transparan

Dan mengalihkan pandangan dari sobekan-sobekan kertas berwarna-warni serta kudapan di baliknya

Saya mendekati mereka

Harusnya saya segera melangkah dan berjalan ke tujuan awal saya

Saya masuk, saya duduk, saya mengajar, dan saya belajar…

 

Hey, kamu tahu?

kata ‘harusnya’ itu hanya ada di pikiran saya,

 

Masjid Al-Irsyad Sodanten, hari terakhir menjelang 1433 H

beda,

semoga  tetap istiqomah atas tiap jalan yang dipilih masing-masing,

amin

 

 

Tuhan,

bukankah ini siang hari?

jus susu vanila yang baru kubuat pun baru seteguk kuminum

tapi bolehkan aku menangis,

siang ini saja,

aku janji . . .

————————————————————————————————–

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sepertinya dahulu angka perceraian sangat rendah karena tidak ada facebook, twitter, ym, skype, bbm, gtalk, etc

 

Hanya bila diri-Mu
Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa-jiwa yang rela dia kekasih-Mu
Kau selalu terjaga yang memberi segala

Allah Rahman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi

(cahaya hati)

aku baru saja bangun tidur,

bermimpi,

sekarang, aku sedang berusaha mengingat apa yang kumimpikan.

ternyata susah, yang tertinggal hanya rasanya saja.

aku merasakan takut campur senang seperti ketika hari pertama masuk ke sekolah baru, seperti itu rasanya. juga  perasaan yang sama ketika aku gugup dan juga tidak sabar saat akan pergi dengan seseorang. bahagia.

ya, aku ingat, aku bermimpi, aku melihatnya

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.